Nama : Nuraisa R Bunsiang
NIM : 1525041006Makul : Sistem Isyarat Elektronik
Dosen : Dr. Hendra Jaya, S.Pd, M.T
___________________________________________________________________________________
SINYAL ANALOG DAN SINYAL DIGITAL
- Sinyal Analog
Signal analog adalah signal yang berupa gelombang
elektro magnetik dan bergerak atas dasar fekuensi. Frekuensi adalah jumlah
getaran bolak balik sinyal analog dalam satu siklus lengkap per detik. Satu
siklus lengkap terjadi saat gelombang berada pada titik bertegangan nol, menuju
titik bertegangan positif tertinggi pada gelombang, menurun ke titik tegangan
negatif dan menuju ke titik nol kembali (lihat gambar). Semakin tinggi
kecepatan atau frekuensinya semakin banyak siklus lengkap yang terjadi pada
suatu periode tertentu. Kecepatan frekuensi tersebut dinyatakan dalam hertz.
Sebagai contoh sebuah gelombang yang berayun bolak balik sebanyak sepuluh kali
tiap detik berarti memiliki kecepatan sepuluh hertz.
Sinyal analog merupakan sinyal untuk menampilkan data
analog. Sinyal analog bekerja dengan mentransmisikan suara dan
gambar dalam bentuk gelombang kontinu (continous varying). Dua
parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah
amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan
gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk
isyarat analog. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk
gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan
phase.
a.
Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari
sinyal analog.
b.
Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam
satuan detik.
c.
Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat
tertentu.
Sinyal analog merupakan pemanfaatan gelombang
elektromagnetik. Berbagai
contoh sistem analog :
1. Perekam pita magnetic.
2. Penguat audio.
3. Suara.
- Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah
signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga
tidak mudah terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan
akurat, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau
pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan
sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit.
Sinyal
digital juga disebut dengan baseband, memuat denyut voltase yang ditransmisikan
melalui media kawat. Sebuah sistem digital
adalah sebuah teknologi data yang menggunakan diskrit (diskontinu) nilai. Kata
digital berasal dari sumber yang sama seperti kata digit dan digitus (dalam
bahasa Latin kata untuk jari), seperti jari diskrit digunakan untuk menghitung.
Semua informasi digital memiliki sifat-sifat umum yang membedakannya dari
metode komunikasi analog.
Berbagai
contoh sistem digital saat ini (sebelumnya sistem analog):
1. Audio
recording (CDs, DAT, mp3)
2. Phone
system switching
3. Automobile
engine control
- Perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal Digital
1. 1. Sinyal
Analog:
a.
Dirancang untuk suara (voice)
b.
Tidak efisien untuk data
c.
Banyak terdapat noise dan rentan
kesalahan (eror)
d.
kecepatannya relatif rendah
e.
Overhead tinggi
f.
setiap sinyal analog dapat
dikonversi kebentuk digital.
2. 2. Sinyal digital:
a.
Dirancang untuk data dan suara
b.
Informasi discrete level
c.
kecepatan tinggi
d.
overhead rendah
e.
setiap sinyal digital dapat
dikonversi ke analog
Download file lengkapnya disini : Sinyal Analog dan Sinyal Digital
Sumber :
Santoso, Digyo Niti. "Sinyal Analog dan Sinyal Digital." Academi.edu. 9 September 2017. <"https://www.academia.edu/7753204/SINYAL_ANALOG_DAN_SINYAL_DIGITAL>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar