ANALISIS SKIPSI
"Pengaruh
Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaning Terhadap Hasil
Belajar Teknologi Informasi dan komunikasi Pada Peserta Didik Kelas XI Di SMAN
1 Lamuru Kabupaten Bone"
Oleh : PRIMAS
METODE
PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini
adalah penelitian eksperimen semu (Quasi
Experiment). Eksperimen semu merupakan penelitian yang mempunyai kelompok
kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel –
variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan penelitian (Sugiyono, 2010).
Desain Penelitian
Penelitian ini
menerapkan Quasi Experimental Design
dengan bentuk desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-postest control group design. (Sugiyono, 2013).
Dalam penelitian ini
melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student
Facilitator and Explaining sedangkan kelompok kontrol diajar dengan model pembelajaran lansung. Adapun rancangan penelitian
ditunjukkan pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Desain
penelitian yang digunakan
Kelompok
|
Pre-test
|
Perlakuan
|
Post-test
|
Eksperimen
|
O1
|
X1
|
O2
|
Kontrol
|
O3
|
X2
|
O4
|
(Emzir,
2014)
Keterangan :
Eksperimen : Kelompok peserta didik yang diajar
dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining.
Kontrol : Kelompok peserta didik yang
diajar dengan menggunakan model pembelajaran lansung.
O1 : Tes hasil belajar sebelum perlakuan (pretest)
O2 :
Tes hasil belajar setelah perlakuan (posttest)
O3 :
Tes hasil belajar sebelum perlakuan (pretest)
O4 :
Tes hasil belajar setelah perlakuan (posttest)
X1 : Diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining
X2 : Diajar
dengan menggunakan model
pembelajaran lansung.
Variabel
Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
1. Variabel
Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yakni variabel
bebas dan variabel terikat dimana variabel bebas adalah pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan model
pembelajaran langsung dan variabel terikat adalah hasil belajar Teknologi
Informasi Dan Komunikasi.
2. Definisi
Operasional Variabel
a. Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining adalah suatu model
pembelajaran yang berpusat pada pebelajar (student
centered). Pembelajaran Student Facilitator and
Explaining merupakan salah satu model pembelajaran
dengan pendekatan konstruktivis.
b. Model
pembelajaran lansung adalah suatu
pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher
centered). Dengan metode ini peserta didik dituntut untuk mengamati, menjelaskan,
mendengarkan, menerapkan dan bertanya.
c. Hasil belajar merupakan nilai
yang menunjukkan tingkat penguasaan materi pelajaran yang diperoleh setelah peserta didik mengikuti tes hasil belajar yang dilakukan pada kedua kelompok eksperimen dan kontrol. Indikator hasil belajar
yang akan diselidiki dalam penelitian ini hanyalah yang termasuk dalam ranah
kognitif.
Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh peserta didk kelas XI SMA Negeri
1 Lamuru kabupaten Bone yang terdaftar pada tahun
pelajaran 2015/2016 kelas XI terdiri atas 7 kelas. Distribusi peserta
didik pada
sekolah ini tidak berdasarkan pada
tinggi rendahnya nilai peserta didik akan tetapi menyebar secara merata tanpa adanya
kelas unggulan dan kelas biasa.
2.
Sampel
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan
menggunakan teknik random yaitu
mengambil dua kelas dari anggota sampel secara acak. Pengambilan dengan teknik
ini didalam kelas dianggap sama.Jumlah sampel kelas
experimen 23 peserta didik dan kelas
kontrol berjumlah 23 peserta didik.
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini berlangsung pada semester genap tahun
ajaran 2015/2016 pada bulan Juli dan
dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lamuru Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi
Selatan.
Instrumen Penelitian
Instrumen yang
digunakan dalam meneliti hasil belajar adalah berupa tes
hasil belajar. Bentuk tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda (multiple
choice) sebanyak 30 soal yang disertai lima pilihan jawaban yang
disesuaikan dengan indikator.
Teknik
Pengumpulan Data
Data hasil belajar diperoleh melalui pretest dan posttest. Nilai hasil belajar diperoleh dengan terlebih dahulu
menghitung jumlah skor jawaban yang benar dari keseluruhan item soal yang
diujikan. Pengumpulan data untuk tes pilihan ganda, setiap item soal yang
dijawab benar diberi skor 1, sedangkan yang salah atau tidak menjawab, maka
diberi skor 0.
Teknik Analisis Data
Data hasil belajar
yang diperoleh akan dianalisis secara statistik deskriptif dan analisis
statistik inferensial, yaitu:
a.
Analisis Statistik
Deskriptif
Analisis statistik
deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik pencapaian model pembelajaran student fasilitator and
explaining dan hasil belajar peserta didik bagi kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Terdiri dari nilai rata-rata (mean),standar
deviasi, nilai tertinggi, dan nilai terendah yang dihitung dengan menggunakan program aplikasi SPSS 20.0.
b. Analisis Statistik Inferensia
b. Analisis Statistik Inferensia
Teknik analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan Analisis Kovarian (Anacova) melalui program
HASIL DAN ANALISA
1.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif untuk mengetahui nilai
peserta didik dan mendeskripsikan hasil belajar yang diperoleh peserta didik
baik pada kelompok yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And
Expleaning dan kelompok yang diajar dengan
menggunakan model pembelajaran langsung.
Statistics
|
|||||
Eks_Pretest
|
Eks_Posttest
|
Kon_Pretest
|
Kon_Posttest
|
||
N
|
Valid
|
23
|
23
|
23
|
23
|
Missing
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Mean
|
48.1122
|
68.1139
|
38.9830
|
56.3722
|
|
Median
|
46.6600
|
66.6600
|
40.0000
|
56.6600
|
|
Mode
|
40.00
|
80.00
|
40.00
|
66.66
|
|
Std. Deviation
|
9.30968
|
12.26172
|
6.69951
|
10.39198
|
|
Variance
|
86.670
|
150.350
|
44.883
|
107.993
|
|
Range
Minimum |
33.33
33.33 |
30.00
50.00 |
26.67
26.66 |
36.67
33.33 |
|
Maximum
|
66.66
|
80.00
|
53.33
|
70.00
|
|
Menunjukkan
hasil belajar
teknologi informasi dan komunikasi
sistem saraf yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And
Expleaning dan model pembelajaran
lagsung dimana hasil belajar peserta
didik dengan
menggunakan model pembelajaran Student
Facilitator And Expleaning lebih baik dari
model pembelajaran langsung pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Lamuru. Hasil analisa statistik
deskriptif pada tabel menunjukan bahwa terdapat 23 responden. Dengan selisih hasil
belajar terendah pada kelompok Student
Facilitator And Expleaning antara pretest dan posttest adalah
20,00 dan pada kelompok pembelajaran langsung adalah 6,67. Selisih hasil
belajar tertinggi pada kelompok Student
Facilitator And Expleaning adalah 13,34 sedangkan pada kelompok
pembelajaran langsung adalah 16,67.
Nilai rata-rata posttest pada kelompok
Student Facilitator And
Expleaning adalah 68,11 sedangkan pada kelompok pembelajaran
langsung adalah 56,37.
2.
Hasil Analisis Statistik Inferensial
Hasil
analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan
Anacova dengan taraf signifikansi α = 0,05. Analisis statistik ini dibantu
dengan software
SPSS versi 20.0. Adapun
syarat yang harus dipenuhi untuk pengujian hipotesis adalah data yang diperoleh
berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Oleh karena itu,
sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengujian analisis prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas.
1)
Uji Normalitas
One-Sample
Kolmogorov-Smirnov Test
|
|||||
Eks_Pretest
|
Eks_Posttest
|
Kon_Pretest
|
Kon_Posttest
|
||
N
|
23
|
23
|
23
|
23
|
|
Normal Parametersa,b
|
Mean
|
48.1122
|
68.1139
|
38.9830
|
56.3722
|
Std. Deviation
|
9.30968
|
12.26172
|
6.69951
|
10.39198
|
|
Most Extreme Differences
|
Absolute
|
.175
|
.269
|
.169
|
.183
|
Positive
|
.175
|
.166
|
.148
|
.118
|
|
Negative
|
-.125
|
-.269
|
-.169
|
-.183
|
|
Test Statistic
|
.175
|
.269
|
.169
|
.183
|
|
Asymp. Sig. (2-tailed)
|
.067c
|
.000c
|
.087c
|
.044c
|
|
a. Test distribution is Normal.
|
|||||
b. Calculated from data.
|
|||||
Uji normalitas
digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang diteliti terdistribusi normal
atau tidak. Statistik uji normalitas yang digunakan adalah Kolmogorov-
Smirnov Z(2-tailed) dengan menggunakan program SPSS versi 20.0, dengan kriteria pengujian bahwa sampel
penelitian dikatakan berdistribusi normal jika nilai Kolmogorov- Smirnov Z(2-tailed) yang diperoleh > α = 0,05. Sebaliknya, jika nilai
Kolmogorov- Smirnov Z(2-tailed)< α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa sampel penelitian tidak berdistribusi
normal.
Hasil pengolahan data menunjukkan hasil
belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And
Expleaning signifikansinya 0,072 > α = 0,05 dan hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran langsung
signifikansinya adalah 0,423 > α = 0,05 yang berarti data siswa yang
diajar dengan model pembelajaran Student
Facilitator And Expleaning dan dengan model pembelajaran langsung berasal
dari populasi yang terdistribusi normal.
2) Uji
Homogenitas
Levene's
Test of Equality of Error Variancesa
|
|||
Dependent Variable:
Posttest
|
|||
F
|
df1
|
df2
|
Sig.
|
2.949
|
1
|
44
|
.093
|
Tests the null hypothesis that the error variance of the
dependent variable is equal across groups.
|
|||
a. Design: Intercept + Pretest + Metode
|
|||
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui data dalam
penelitian memiliki variansi yang sama (homogen) atau tidak. Pengujian
homogenitas data hasil belajar teknologi
informasi dan komunikasi
menggunakan program SPSS versi 20.0, dengan kriteria pengujian jika signifikansi yang
diperoleh > α = 0,05, maka variansi pada tiap kelompok data adalah sama
(homogen). Jika signifikansi yang diperoleh < α = 0,05, maka variansi pada
tiap kelompok data adalah tidak sama (tidak homogen). Setelah dilakukan
pengujian dengan statistik uji homogenitas, diperoleh signifikansi sebesar 0,093 sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang diajar dengan
menggunakan model pembelajaran Student
Facilitator And Expleaning dan
peserta didik yang diajar dengan model
pembelajaran langsung memiliki variansi yang homogen. Jadi, kelompok peserta didik diambil dari populasi
yang sama.
3) Uji
Hipotesis
Tests
of Between-Subjects Effects
|
|||||
Dependent Variable:
Posttest
|
|||||
Source
|
Type
III Sum of Squares
|
df
|
Mean
Square
|
F
|
Sig.
|
Corrected Model
|
1645.759a
|
2
|
822.879
|
6.292
|
.004
|
Intercept
|
167502.755
|
1
|
167502.755
|
1280.859
|
.000
|
Pretest
|
60.272
|
1
|
60.272
|
.461
|
.501
|
Metode
|
1641.416
|
1
|
1641.416
|
12.552
|
.001
|
Error
|
5623.272
|
43
|
130.774
|
||
Total
|
185482.068
|
46
|
|||
Corrected Total
|
7269.030
|
45
|
|||
a. R Squared = .226 (Adjusted R Squared = .190)
|
|||||
Setelah
data memenuhi prasyarat analisis yaitu data terdistribusi normal dan homogen,
maka selanjutnya melakukan uji hipotesis. Pengujian hipotesis yang digunakan
adalah uji analisis kovarian (Anakova). Kriteria
pengujiannya adalah jika Sig.
(2-tailed) < α
= 0,05, maka
H0 ditolak dan H1 diterima.
Berdasarkan
hasil statistik yang diperoleh yaitu nilai signifikansi 0,001 < α = 0,05, berarti H0 ditolak dan H1 diterima.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara penggunaan model
pembelajaran Student
Facilitator And Expleaning dan
model pembelajaran langsung terhadap
hasil
belajar
teknologi informasi dan komunikasi peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar