Pengertian Elektronika Digital
Digital berasal dari kata Digitus, dalam Bahasa Yunani
berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka
berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1
dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan
bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner).
Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).
Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).
Contoh Sistem Digital misalnya, jam digital, komputer,
handphone, aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon, pemrosesan citra serta
transmisinya, dalam bidang seismologi dan geofisika, eksplorasi minyak, deteksi
ledakan nuklir, pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa, dan lain
sebagainya.
Data digital
Data digital adalah data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami
perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya
memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh
derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau
pengiriman data yang relatif dekat . Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan
sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit.
Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0)
atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21).
Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan
11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit
adalah sebesar 2n buah.
Teknologi digital memiliki beberapa keistimewaan unik yang
tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu:
- Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
- Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
- Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
- Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara interaktif.
Ada beberapa alasan mengapa digunakan pemrosesan sinyal
digital pada suatu sinyal analog. Pertama, suatu sistem digital terprogram
memiliki fleksibilitas dalam merancang-ulang operasi-operasi pemrosesan sinyal
digital hanya dengan melakukan perubahan pada program yang bersangkutan,
sedangkan proses merancang-ulang pada sistem analog biasanya melibatkan
rancang-ulang perangkat keras, uji coba dan verifikasi agar dapat bekerja
seperti yang diharapkan.
Masalah ketelitian atau akurasi juga memainkan peranan yang
penting dalam menentukan bentuk dari pengolah sinyal. Pemrosesan sinyal digital
menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Faktor toleransi yang terdapat
pada komponen-komponen rangkaian analog menimbulkan kesulitan bagi perancang
dalam melakukan pengendalian akurasi pada sistem pemrosesan sinyal analog. Di
lain pihak, sistem digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik.
Beberapa persyaratan yang dibutuhkan, antara lain penentuan akurasi pada
konverter A/D (analog ke digital) serta pengolah sinyal digital, dalam bentuk
panjang word (word length), floating-point versus fixed-point arithmetic dan
faktor-faktor lain.
Sinyal-sinyal digital dapat disimpan pada media magnetik (berupa
tape atau disk) tanpa mengalami pelemahan atau distorsi data sinyal yang
bersangkutan. Dengan demikian sinyal tersebut dapat dipindah pindahkan serta
diproses secara offline di laboratorium. Metode-metode pemrosesan sinyal
digital juga membolehkan implementasi algoritma-algoritma pemrosesan sinyal
yang lebih canggih. Umumnya sinyal dalam bentuk analog sulit untuk diproses
secara matematik dengan akurasi yang tinggi.
Implementasi digital sistem pemrosesan sinyal lebih murah
dibandingkan secara analog. Hal ini disebabkan karena perangkat keras digital
lebih murah, atau mungkin karena implementasi digital memiliki fleksibilitas
untuk dimodifikasi.
Namun implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan,
dalam hal kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar