__________________________________________________________________________________
Dosen : Dr. Hendra Jaya, M.T
PTA FT UNM
Mata Kuliah : Teknik Kendali Digital
__________________________________________________________________________________

A. Pengantar
Sistem Kendali
- Sejarah Sistem Kendali
Sejarah sistem kendali diawali Hasil karya pertama
dalam kontrol au-tomatik adalah governor sentrifugal untuk pengontrolan
kecepatan mesin uap yang dibuat oleh James Watt pada abad kedelapanbelas. selanjutnya
pada tahun 1992, Minorsky membuat kontroler automatik untuk pengemu-dian kapal
dan menunjukkan cara menentukan kestabilan dari persamaan diferensial. Pada
tahun 1932 Nyquist mengembangkan suatu prosedur yang relatif sederhana untuk
menentukan kestabilan sistem loop tertutup pada basis respons loop terbuka
terhadap masukan tunak. dan dua tahun setelah Nyquist yaitu tahun 1934 Hazen,
yang memperkenalkan istilah servomekanisme untuk sistem kontrol posisi,
membahas disain servomekanisme relay yang mampu mengikuti dengan baik masukan
yang berubah.
- Masalah Kendali
Sebuah pengendali atau kompensator diperlukan untuk
menapis sinyal galat agar supaya kriteria-kriteria atau spesi kasi kendali
tertentu dapat dipenuhi. Kriteria-kriteria ini meliputi, tapi tidak dibatasi
pada penolakan gangguan, Galat keadaan tunak, Karakteristik tanggapan fana,
Sensitifitas terhadap perubahan parameter dikendalikan.
Dalam penyelesain masalah pada sistem kendali meliputi beberapa hal yaitu; Memilih-milih sensor untuk mengukur keluaran kendalian ; Memilih penggerak untuk menjalankan kendalian; Mengembangkan persamaan (model-model) kendalian, penggerak dan sensor ; Merancang pengendali berdasarkan pada model-model yang dikembangkan dan kriteria kendali; Mengevaluasi rancangan secara analitis, dengan cara simulasi, dan akhirnya menguji dengan sistem fisik; Jika tes fisik tidak memuaskan, langkah diatas diulangi kembali(literasi).
Dalam penyelesain masalah pada sistem kendali meliputi beberapa hal yaitu; Memilih-milih sensor untuk mengukur keluaran kendalian ; Memilih penggerak untuk menjalankan kendalian; Mengembangkan persamaan (model-model) kendalian, penggerak dan sensor ; Merancang pengendali berdasarkan pada model-model yang dikembangkan dan kriteria kendali; Mengevaluasi rancangan secara analitis, dengan cara simulasi, dan akhirnya menguji dengan sistem fisik; Jika tes fisik tidak memuaskan, langkah diatas diulangi kembali(literasi).
- Contoh-contoh Sistem Kendali
a. Sistem
Pengiriman Obat Lup Tertutup
Untuk
merancang sebuah lup tertutup sistem pengiriman obat, sensor yang digunakan
untuk mengukur kadar obat atau nutrisi diatur dalam darah. Pengukuran ini
diubah menjadi bentuk digital dan diumpankan ke komputer kendali yang mendorong
pompa yang menyuntikkan obat ke dalam darah pasien.
Gambar. Sistem pengendali digital pengiriman obat (Azwardi and Cekmas Cekdin:2015)
b. Kendali
Komputer Mesin Pesawat Turbojet
Untuk
mencapai kinerja tinggi yang diperlukan untuk pesawat terkini, mesin turbojet
menggunakan strategi kendali komputer canggih. Kendali membutuhkan umpan balik
dari keadaan mesin (kecepatan, suhu, dan tekanan), pengukuran keadaan pesawat
terbang (kecepatan dan arah), dan perintah pilot.
militer (Azwardi and Cekmas Cekdin: 2015)
Gambar. Sistem kendali mesin turbojet pada Pesawat terbang pemburu
c. Kendali
Manipulator Robot
Manipulator
robot mampu melakukan tugas berulang dengan kecepatan dan akurasi yang jauh
melebihi operator/manusia. Manipulator robot secara luas digunakan dalam proses
manufaktur, seperti pengelasan dan pengecatan. Untuk melakukan tugas secara
akurat dan andal, posisi tangan manipulator dan kecepatan dikendalikan secara
digital. Setiap gerakan atau derajat ke-bebasan dan manipulator diposisikan
dengan menggunakan sistem kendali posisi terpisah. Semua gerakan yang
dikoordinasikan oleh sebuah komputer pengawas untuk mencapai kecepatan dan
posisi yang diinginkan.
Gambar. Sistem kendali manipulator robot (Azwardi and Cekmas Cekdin: 2015)
- Istilah-Istilah Sistem Kendali
1. Sistem
Sistem
merupakan kumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama
untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem tidak dibatasi hanya untuk sistem
fisik saja. Konsep sistem dapat digunakan pada gejala yang abstrak dan dinamis
seperti yang dijumpai dalam ekonomi.
2. Proses
Proses
adalah nama lain untuk sistem. Kamus Merriam Webster mendefnisikan proses
sebagai operasi atau perkembangan alamiah yang berlangsung secara kontinyu yang
ditandai oleh suatu deretan perubahan kecil yang beru-rutan dengan cara yang
relatif tetap dan menuju ke suatu hasil atau keadaan akhir tertentu. Pada
umumnya, setiap operasi yang dikontrol disebut proses.
3. Plant
Plant
adalah nama lain untuk sistem. Plant adalah seperangkat peralatan mungkin hanya
terdiri dari beberapa bagian mesin yang bekerja bersama-sama, yang digunakan
untuk melakukan suatu operasi tertentu. Pada sistem pengendalian, setiap obyek
fisik yang dikontrol disebut plant, msalnya pa-brik, reaktor nuklir, mobil,
sepeda motor, pesawat terbang dan sebagainya. Contoh plant yaitu Continuous
Stirred-Tank Reactor (CSTR). Continuous Stirred-Tank Reactor (CSTR) merupakan
suatu tangki reaktor yang digunakan untuk mencampur dua atau lebih bahan kimia
dalam bentuk cairan dengan menggunakan pengaduk (mixer)
4. Aktuator
Piranti
elektromekanik yang berfungsi untuk menghasilkan daya gerakan. Perangkat bisa
dibuat dari system motor listrik, sistem pneumatik dan hidrolik. Untuk
meningkatkan tenaga mekanik aktuator atau torsi gerakan maka bisa dipasang
sistem gear box atau sprochet chain.
5. Variabel
Variabel
adalah suatu besaran yang nilainya dapat berubah-ubah Variabel dapat diklasi
kasikan menjadi masukan, keluaran, dan parameter.
Masukan
merupakan variabel yang menyebabkan atau menghasilkan keluaran. Masukan juga
dapat didefinisikan sebagai rangsangan yang diberikan pada sistem pengendalian
dari sumber daya luar, biasanya untuk menghasilkan respon tertentu dari sitem
pengendalian tersebut.
Keluaran
merupakan variabel yang merupakan hasil atau respon nyata dari sistem
pengendalian, dapat sama dengan yang diharapkan sebagai akibat dari masukan, dapat
juga tidak sama.
Parameter
merupakan variabel yang tertentu dan konstan berkaitan dengan batasan sik dari
sistem.
6. Sistem
Pengendalian
Pengendalian
atau kontrol adalah upaya yang dilakukan untuk menjaga/mencapai kondisi yang
diinginkan pada sistem fisik dengan mengubah-ubah variabel tertentu yang dipilih
Sistem
pengendalian merupakan sistem yang komponen-komponennya telah dikon gurasi
untuk menghasilkan karakteristik sistem yang diinginkan. Teknik sistem
pengendalian merupakan pengembangan kon gurasi komponen-komponen yang tepat
untuk mencapai obyek performansi.
7. Sistem
Pengendalian Digital
Dalam
sistem pengendalian otomatis terdapat komponen-komponen utama seperti elemen
proses, elemen pengukuran (sensing element dan transmitter), elemen controller
(control unit), dan nal control element (control value ).
8. Kontroller
Kontroler
adalah komponen dalam sistem pengendalian yang menghasilkan sinyal kontrol.
Dalam sistem pengendalian khususnya sistem pengendalian loop tertutup,
kontroler akan membandingkan setpoint dengan variabel keluaran (keluaran
terukur), menghitung berapa banyak koreksi yang perlu dilakukan, dan
mengeluarkan sinyal koreksi (sinyal kontrol) sesuai dengan perhitungan tadi.
9. Sistem
Pengendalian Umpan balik
Sistem
pengendalian umpanbalik adalah sistem yang cenderung mempertahankan suatu
hubungan yang telah ditentukan antara keluaran sistem dan masukan acuan
(setpoint) dengan membandingkan keduanya dan menggunakan perbedaannya sebagai
sinyal kontrol.
10. Sistem
Pengendalian Sekuensial
Sistem
pengendalian sekuensial adalah sistem yang melakukan beberapa operasi secara
otomatis step by step yang bekerja sesuai dengan aturan (sequence) yang telah
ditentukan. Kebanyakan pengendalian sekuensial hanya melaksanakan perintah yang
mempunyai dua keadaan (state) secara berurutan; misalnya : start/stop, up/down,
tutup/buka, sinyal on/o dan lain-lain.
11. Sistem
Pengendalian Proses
Sistem
pengendalian proses merupakan sistem pengendalian otomatis dimana keluarannya
adalah suatu variabel seperti temperatur, tekanan, aliran, level cairan atau
pH.
12. Sistem
pengendalian loop terbuka
Sistem
pengendalian loop terbuka merupakan suatu sistem pengendalian yang keluarannya
tidak mempunyai pengaruh terhadap aksi kontrol. Pada sistem pengendalian loop
terbuka tidak terdapat jaringan umpan balik.
13. Sistem
Pengendalian Loop Tertutup
Sistem
pengendalian loop tertutup merupakan suatu sistem pengendalian dimana sinyal
keluaran mempunyai pengaruh langsung terhadap aksi kon-trol.
14. Gangguan
(disturbance)
Suatu
sinyal yang mempunyai k ecenderungan untuk memberikan efek yang melawan
terhadap keluaran sistem pengendalian(variabel terkendali). Be-saran ini juga
lazim disebut load.
15. Sensing
element
Bagian
paling ujung suatu sistem pengukuran ( measuring system) atau sering disebut
sensor. Sensor bertugas mendeteksi gerakan atau fenomena lingkungan yang
diperlukan sistem kontroler
16. Transduser
Piranti
yang berfungsi untuk mengubah satu bentuk energi menjadi energi bentuk lainnya
atau unit pengalih sinyal. Suatu contoh mengubah sinyal ge-rakan mekanis menjadi
energi listrik yang terjadi pada peristiwa pengukuran getaran.
17. Error
Selisih
antara set point dikurangi variabel terkendali. Nilainya bisa positif atau
negatif, bergantung nilai set point dan variabel terkendali.
18. Final
Controller Element
Bagian
yang berfungsi untuk mengubah measurement variable dengan me-manipulasi
besarnya manipulated variable atas dasar perintah kontroler.
19. Sistem
Pengendalian Manual
Sistem
pengendalian dimana faktor manusia sangat dominan dalam aksi pengendalian yang
dilakukan pada sistem tersebut. Peran manusia sangat dominan dalam menjalankan
perintah, sehingga hasil pengendalian akan dipengaruhi pelakunya.
20. Sistem
Pengendalian Otomatis
Sistem
pengendalian dimana faktor manusia tidak dominan dalam aksi pengendalian yang
dilakukan pada sistem tersebut. Peran manusia digantikan oleh sistem kontroler
yang telah diprogram secara otomatis sesuai fungsinya, sehingga bisa memerankan
seperti yang dilakukan manusia.
21. Kontrol
Unit
Bagian
unit kontroler yang menghitung besarnya koreksi yang diperlukan.
22. Final
Kontrol Elemen
Bagian
yang berfungsi untuk mengubah measurement variable dengan me-manipulasi
besarnya manipulated variable atas dasar perintah kontroler.
23. Sistem
Pengendalian Kontinyu
Sistem
pengendalian yang ber jalan secara kontinyu, pada setiap saat respon sistem
selalu ada.
B. Model-Model
Sistem Kendali
- Pemodelan Sistem Kendali
Konsep utama \sistem" dapat didefisikan dengan
berbagai cara. Salah satunya adalah sistem merupakan sekumpulan objek yang
sifat-sifatnya ingin dipelajari. Dengan definisi tersebut, banyak hal di
sekitar yang dapat dikategorikan sebagai sistem, misalnya sistem matahari,
hutan tropis, kapasitor dengan resistor, jaringan komputer, dan lain-lain.
a. Sistem
Fisik
Istilah model matematik
diartikan sebagai hubungan matematik yang menghubungkan keluaran sistem ke
masukannya. mungkin salah satu model yang paling sederhana dari sistem fisik
adalah hukum Ohm (lebih tepat dikatakan sebagai model Ohm) yang diterapkan pada
fenomena resistansi elektrik
b. Pemodelan
Sistem
Di dalam kamu IEEE model matematik dari sebuah sistem didefnisikan
sebagai kumpulan persamaan yang digunakan untuk mewakili sistem fisik. Haruslah
dimengerti bahwa tidak ada model matematik yang pasti dari suatu sistem fisik.
Kita dapat meningkatkan ketepatan suatu model dengan cara meningkatkan
kerumitan persamaan-persamaan, tetapi
- Rangkaian Elektrik
Untuk sumber tegangan ideal, tegangan pada
terminal-terminal dari sumber sesuai dengan yang ditetapkan, tidak bergantung
pada rangkai-an yang terhubung melalui terminal -terminal ini. Arus,i(t), yang
meng-alir di sumber tegangan ditentukan oleh rangkaian yang terhubung melalui
terminal-terminal ini. Untuk sumber arus ideal, arus yang mengalur melalui
sumber arus sesuai dengan yang ditetapkan, tidak bergantung pada rang-kaian
yang terhubung melalui terminal-terminal ini. Tegangan,v(t), yang timbul pada
terminal dari sumber arus ditentukan oleh rangkaian yang ter-hubung melalui
terminalterrninal ini.
Persamaan rangkaian ditulis de-ngan menggunakan
model yang diperlihatkan pada gambar yang sejalan dengan hukum tegangan dan
arus dari Kircho.
Gambar. Bagian-bagian rangkaian listrik (Phillips:1998)
Suatu
fungsi alih dapat dituliskan hanya untuk kasus dengan model sis-tem berupa
persamaan di erensial linear invarian waktu dan kondisi awal sistem diabaikan.
- Diagram Blok dan Gerak Aliran Sinyal
Untuk sumber tegangan ideal, tegangan pada
terminal-terminal dari sumber sesuai dengan yang ditetapkan, tidak bergantung
pada rangkai-an yang terhubung melalui terminal-terminal ini. Arus,i(t), yang
mengalir di sumber tegangan ditentukan oleh rangkaian yang terhubung melalui
terminal-terminal ini. Untuk sumber arus ideal, arus yang mengalur melalui
sumber arus sesuai dengan yang ditetapkan, tidak bergantung pada rangkaian
yang terhubung melalui terminal-terminal ini. Tegangan,v(t), yang timbul pada
terminal dari sumber arus ditentukan oleh rangkaian yang terhubung melalui
terminal-terminal ini.
- Rumus Bati mason
Rumus Bati Mason adalah prosedur yang
memungkinkan untuk mendapatkan fungsi alih, dengan cara pemeriksaan dari
diagram blok atau gratik aliran sinyal. Rumus bati Mason dapat dianggap sebagai
prosedur gras untuk mengevaluasi aturan Cramer atau untuk menginversi sebuah
matriks.
Definisi-definisi tambahan yang diperlukan untuk penerapan rumus bati Mason adalah
sebagai berikut:
a. Lintasan
Sebuah lintasan adalah
hubungan cabang-cabang yang terus-menerus dari satu node ke lainnya dengan anak
panah yang berarah sama; artinya, seluruh aliran sinyal berada pada arah yang
sama dari node pertama ke node kedua.
b. Simpal
Simpal adalah lintasan
tertutup (dengan semua anak panah berarah sama) yang tidak ada node yang
bertemu lebih dari satu kali.
c. Lintasan
Maju
Lintasan maju adalah
sebuah lintasan yang menghubungkan sebuah node sumber ke node sink, yang tidak
terdapat node yang bertemu lebih dari satu kali.
d. Bati
Lintasan
Bati lintasan adalah
perkalian fungsi alih dari semua cabang yang membentuk lintasan. Bati Simpal
Bati simpai adalah perkalian fungsi alih dari semua cabang yang membentuk
simpai.
e. Tak
Bersentuhan
Dua lup tidak bersentuhan jika kedua simpai ini tidak memiliki node yang
umum. Simpal dan lintasan tidak bersentuhan jika keduanya tidak memiliki node
yang umum.
- Sistem Elektromaknetik
a. Generator
Arus Searah
Diasumsikan bahwa
generator dc dijalankan oleh sumber energi yang di-sebut penggerak utama, yang
berkapasitas cukup sehingga beban elektrik pada generator tidak mempengaruhi
kecepatan generator. Selanjutnya di-asumsikan bahwa generator berputar pada
kecepatan konstan.
b. Motor
Servo
Motor servo adalah motor dc[7] yang
secara spesi k dirancang untuk digunakan pada sistem kontrol simpal tertutup.
- Sensor-Sensor
a. Posisi
Sensor posisi paling
sederhana adalah resistor variabel (potensio-meter). Resistor dapat mengukur
baik posisi translasi maupun rotasi.
b. Kecepatan
Encoder juga dapat
digunakan untuk mengukur kecepat-an dengan cara menghitung jumlah pusa per
satuan waktu. Prosedur kedua untuk menentukan kecepatan adalah mengukur waktu
antara pulsa yang berdekatan, atau waktu untuk sejumlah pulsa yang terukur.
c. Percepatan
Percepatan berbanding langsung dengan daya- Transformer & Roda Gigi
Transformer adalah sebuah peralatan coupling yang
biasanya digunakan untuk mengubah tingkat tegangan atau tingkat arus. Transformer
ideal, diasumsikan bahwa daya masuk sama ke transformer sama dengan daya keluar
dari transformer.
Kedua roda gigi ideal; artinya giginya tegar, gigi-giginya bertautan
sempurna, dan tidak memiliki inersia, jadi jarak perjalanan keliling satu buah
gigi adalah sama dengan perjalanan keliling gigi yang lain.
- Sistem Kendali Robotik
TPada umumnya, tangan sebuah robot memiliki beberapa sendi. Pendekatan
saat ini merancang sistem kendali untuk sendi-sendi robot adalah dengan memperlakukan setipa sendi
dari tangan robot sebagai sebuah servomekanisme sendi sederhana.
C. Fungsi
Alih
- Fungsi Alih
a. Fungsi
alih beberapa elemen sistem
Merupakan suatu sistem kontrol sebagai rangkaian
blok yang saling terinterkoneksi, di mana masing-masing blok memiliki
karakteristik masuk-an keluaran yang dide nisikan oleh suatu fungsi alih.
b. Fungsi
alih dan sistem
Tinjaulah sebuah sistem kontrol
kecepatan yang terdiri dari sebuah penguat diferensial untuk memperkuat sinyal
dan menggerakkan sebuah motor, yang selanjutnya akan menggerakkan sebuah poros
melalui sistem gir. Umpan balik putaran poros diperoleh melalui sebuah
tachogenerator.
- Fungsi alih sistem
a. Sistem-sistem
dalam hubungan seri
sebuah sistem yang
terdiri dari dua buah sub-sistem yang ter-hubung seri. Sub-sistem pertama
memiliki masukan X(s) dan keluaran Y1(s) Jadi, G1(s) = Y1(s)=X(s). Sub-sistem
yang ke-dua memiliki masukan Y1(s) dan keluaran Y (s).
b. Sistem
dengan umpan balik
Untuk sistem-sistem
dengan loop umpan balik negatif, akan didapat situasi keluaran sistem
diumpanbalikkan melalui suatu sistem dengan fungsi alih H(s) untuk dikurangkan
dari masukan sistem G(s). Sistem umpan balik memiliki masukan Y (s) dan
ke-luaran H(s)Y (s). Jadi, sinyal umpan balik adalah H(s)Y (s). Sinyal error
adalah selisih antara sinyal masukan sistem X(s) dan sinyal umpan balik.
- Manipulasi Blok
Sering
kali terjadi suatu sistem yang memiliki banyak elemen dan terkadang mempunyai
lebih dari satu buah masukan. Sistem dengan masukan tung-gal dan keluaran
tunggal disebut sebagai sistem ISO ( Single Input Single Output). Sementara itu
sistem dengan masukan berganda dan keluaran tunggal dikenal dengan istilan MISO
( Multiple Input Single Output).
a. Blok-blok
yang terhubung seri
Gambar. Blok-blok yang terhubung seri (Bolton: 2006)
b. Pemindahan
titik tako
Gambar. Memindahkan titik takeo ke belakang suatu blok (Bolton: 2006)
Gambar. Memindahkan titik takeo ke depan suatu blok (Bolton:
2006)
c. Pemindahan
titik penjumlahan
Gambar. Penyusunan
kembali titik penjumlahan (Bolton: 2006)
Gambar. Pertukaran
titik penjumlahan (Bolton: 2006)
Gambar. Memindahkan
titik penjumlahan di depan suatu blok (Bolton:2006)
Gambar. Memindahkan
titik penjumlahan di belakang suatu blok (Bolton: 2006)
d. Pengubahan
lintasan umpan balik dan lintasan maju
Gambar. Memindahkan titik penjumlahan di belakang
suatu blok (Bolton: 2006)
Gambar. Menghilangkan sebuah blok dari suatu
lintasan umpan balik (Bolton: 2006)
- Masukan Berganda
Ketika terdapat lebih dari satu buah masukan sistem,
maka dapat digunakan prinsip superposisi. prinsip ini menyatakan : Respons
terhadap beberapa masukan yang secara simultan diterapkan adalah jumlah dari
respons-respons individual terhadap tiap masukan ketika diterapkan terpisah.
- Sensitivitas
Sensitivitas sistem adalah ukuran dari seberapa
besar gain keseluruhan sistem dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi
pada gain dari elemen-elemen sistem atau masukan-masukan tertentu.
a. Sensitivitas
terhadap perubahan parameter
Sensitivitas
dikarenakan fungsi alih umpan balik adalah untuk sistem pengukuran yang
menyuplai sinyal yang dibandingkan dengan sinyal nilai pengaturan untuk
menghasilkan sinyal error, sehingga variasi atau perubah-an pada fungsi alih
umpan balik secara langsung akan mempengaruhi proses penghitungan sinyal error.
b. Sensitivitas
terhadap gangguan
Salah satu efek penting
dari keberadaan loop umpan balik pada suatu sistem adalah berkurangnya
efek-efek yang diakibatkan oleh sinyal gangguan terhadap sistem. Sinyal
gangguan adalah sinyal-sinyal yang tidak diingink-an yang dapat mempengaruhi
sinyal keluaran sistem, contohnya derau pada rangkaian penguat elektronik atau
pintu yang dibuka pada suatu ruangan yang temperaturnya dikontrol oleh suatu
sistem pemanas terpusat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar